DENDAM KUNTILANAK
Di sore hari, ada sekelompok
mahasiwa dari suatu Universitas di Bogor
yang sedang mencari tahu tentang mitos KUNTILANAK di
desa Muara Gembong. Ketika tiba di desa tersebut,suasana sunyi dan sepi seakan
memberi kesan aneh kepada mahasiswa.
Alexa
: “Lho,kok kita baru datang
semua pintu rumah sudah di tutup ?!”
Citra
: “Mungkin mereka sedang ada
acara !”
Nico
: “Aduh,perut gw laper banget
nich...! Ada
warung yang buka ga ya ?!”
Alexa
: “Elo tuh ya,situasi begini
masih aja mikirin perut !”
Ketika mereka berjalan,ada 2 orang warga yang sedang
membicarakan suatu permasalahan tentang kejedian tadi malam.
Tyas
: “Eh,kamu tahu ga sih tadi
malam itu ada 2 orang warga yang tewas di
bunuh
!”
Luna
: “Di bunuh …???! Sama siapa
?”
Tyas
: “Sama Kuntilanak jelmaan Marini !”
Luna
: “Aduh,ngeri banget ya!
Eh,aku jadi
merinding nich, kamu merinding ga?”
Tyas
: “Em…m…iya yah ! Kok jadi
merinding begini ?”
Luna : “Kamu sich cerita-cerita kayak
begitu! Udah ahh, aku takut di Teror !”
Tyas
: “Iya dech... pulang aja yuk! Lagian juga, suasana semakin gelap, mending kita masuk rumah
aja...!
aja...!
Tiba-tiba mahasiswa dari Universitas Bogor datang menghampiri 2 orang warga tersebut.
Alexa,Nico,&Citra : “Assalamu’alaikum mbak !”
Citra : “Ada apa
nich ribut-ribut,kok kayaknya serius banget sich…!”
Tyas : “Nggak ada apa-apa kok! Eh,emangnya kalian dari mana, kelihatannya
datang
dari luar kota
?”
Citra : “Iya,kami bertiga datang dari kota
Bogor.”
Luna
: “Ada
maksud apa kalian jauh-jauh datang ke sini ?”
Nico
: “Kami bermaksud ingin
mengetahui mitos Kuntilanak yang sedang
hangat di
bicarakan di desa ini !”
Tyas : “(sambil berbisik kepada temannya) Eh, kok mereka pada tahu yach?!”
Luna : “Ya
iyalah…desa kita ini kan
sudah terkenal,bahkan sampai masuk
koran
karena mitos Kuntilanak !”
Alexa : “Mbak…gimana apa kalian berdua tahu ?!”
Tyas : “Sebaiknya kita bicara kan hal ini di rumah saya saja ya !
Nanti kalian
bertiga bisa menginap di sana
!”
Luna : “Iya kalian ikut kami saja,lagian juga hari semakin gelap.
Kita tidak boleh
terus-menerus berada diluar karena bisa bertemu dengan
arwah menyeramkan tersebut.”
Alexa,Nico,&Citra : “Ya…baiklah !”
Setibanya di rumah Tyas, mereka
istirahat sejenak.
Luna : “Silahkan di minum (sambil menyuguhkan air minum untuk mereka).”
Citra : “Aduh…mbak jadi ngerepotin nich ! Sudah numpang nginep di
manjakan
pula !”
Luna : “Gak apa-apa kok,kan
sudah sepantasnya tamu itu diperlakukan seperti
raja.”
Nico : “Oh ya,by the way bagaimana nich cerita tentang mitos Kuntilanak itu !”
Tiba-tiba
ada yang mengetuk pintu dengan suara yang ketakutan
Vira : “(tuk…tuk…tuk) Assalammu’alaikum…
(tuk…tuk…tuk)
Assalammu’alaikum…!”
Alexa : “Eh,mbak-mbak…! Ada
yang datang tuh…!”
Nico :
“Siapa ya ?!”
Tyas :
“Apa mungkin Kuntilanak ?”
Tiba-tiba salah
satu dari mereka ada yang pingsan.
Luna :
“Aduh…kenapa pake pingsan?! Paling yang dating Vira, coba aku lihat
dulu
!”
Vira :
“To…to…to…tolong aku donk! Aku boleh tidur di rumah kamu kan, aku
takut…!”
Luna :
“Ya…cepat masuk !”
Nico :
“Ada
siapa sich? Kok dia ketakutan gitu !”
Luna :
“Silahkan duduk! Tyas tolong ambilkan air putih untuk Vira !”
Tyas :
“Iya, tunggu sebentar !”
Tiba-tiba
terdengar suara aneh dari dapur, ternyata Tyas melihat Kuntilanak itu. Ia cepat-cepat menghampiri teman-temanya dengan
tergesa-gesa.
Tyas :
“Eh teman-teman tadi aku lihat Kuntilanak jelmaan
Marin yang mau
balas dendam.”
Vira :
“Apa…??? Ternyata dia tahu kalau kita ada disini !”
Alexa : “Sebaiknya kita cari paranormal saja !”
Citra :
“Gila lo yach ! Malam-malam begini kita kan gak boleh berkeliaran !”
Vira :
“Ya sudah lebih baik telpon saja paranormal !”
Tiba-tiba dari
kegelapan munculah sesosok perempuan tak dikenal. Ternyata dia adalah Madam
Winda yang terkenal sebagai paranormal no.1 di Muara Gembong.
Madam Winda :
“Anda mencari saya? Anda tepat sekali. Saya adalah
orang
yang anda cari !”
Nico&yang lainnya : “(Mereka bengong keheranan melihat paranormal itu datang
secara tiba-tiba)”
Alexa :
“Lho, mbah kok langsung datang padahal kan belum saya
telpon !”
Madam Wunda :
“Jangan panggil saya mbah,panggil saja saya Madam !”
Alexa :
“Baiklah !”
Madam Winda :
“Saya tahu anda butuh saya! Sekarang apa yang bisa saya
bantu
?!”
Citra : “Saya ingin anda membantu saya untuk
menemukan dimana
tempat Kuntilanak itu berada & usahakan supaya Kuntilanak
itu berhenti meneror serta tidak mengganggu
manusia yang
bukan dunianya !”
Madam Winda :
“Em…itu masalah gampang,tapi ada satu syarat yang harus
dipenuhi oleh kalian semua & ini tidak bisa ditolak !”
Tyas : “Syarat apa yang harus kami penuhi ?!”
Madam Winda :
“Kalian harus mengetahui dulu asal-usul Kuntilanak itu
kenapa
dia bisa mati dengan arwah penasaran yang ingin
membalaskan dendamnya !”
Alexa : “Baiklah,bagaimana kalau besok pagi saya & teman-teman
yang mencari informasinya !”
Madam Winda :
“Kalau begitu saya pergi dulu,besok malam Jum’at kliwon
saya akan kembali lagi kesini tepat pukul 12.00.”
Tiba-tiba Madam
Winda menghilang & ternyata
saat mereka merencanakan sesuatu Si Kuntilanak itu
mendengar pembicaraan mereka
Kuntilanak :
“Rupanya mereka ingin melenyapkan ku dari muka bumi ini!
Gila
kali tuh paranormal,masa gw udah mati mau
dimatiin lagi.
Hi…hi…hi…”
Kuntilanak itu
pun hilang seketika. Setelah para mahasiswa & sekumpulan warga bercakap-cakapan dengan
paranormal nereka pun istirahat. Malam pun berlalu dengan sunyi & sepi tetapi mereka tetap saja dihantui
dengan rasa ketakutan.
Keesokkan
harinya…
Nico : “Em…m… Sudah pagi…! Apa mereka sudah bangun yach
?!”
Alexa : “Eh…lo dah mandi ?!”
Nico : “Belom,gw mau mandi dulu yach…!”
Citra : “Eh, kalian baru bangun ? Gw dah siap nich…!”
Alexa : “Siap ke mana ?!”
Citra : “Ya…cari informasi lah !”
Alexa : “Tentang Kuntilanak itu ?”
Citra : “Ya! Eh,Nico mana ?!”
Nico :
“Apa lo nyari gw ? Kenapa ?”
Citra : “Kita jadi pergi kan ?”
Nico : “Ya…sudah ayo, tapi kita pamit dulu sama mbak
Luna & Tyas !”
Alexa : “Kayaknya tadi mbak Luna sedang belanja ke
warung. Sekarang kita
pamit dulu ke mbak Tyas !”
Nico : “Ya sudah ayo,tadi mbak Tyas gw lihat ada di
ruang tamu lagi nyapu !”
Citra : “Ayo…!”
Di ruang tamu…
Tyas : “Eh,sudah pada bangun !”
Citra : “Iya mbak !”
Tyas : “Kalian mau langsung pergi !”
Citra :
“Iya mbak,kira-kira tempat di kuburnya Si Kuntilanak itu dimana yach…!”
Tyas : “Kalau itu lebih baik kamu Tanya saja ke mbak
Vira !”
Citra : “Oh…ya sudah,biar kami saja yang ke sana !”
Di rumah Vira…
Alexa : “Mbak apa anda yang namanya Vira ?”
Vira : “Iya benar, saya yang tadi malam ke rumahnya
mbak Tyas & Luna !”
Alexa
: “Oh iya! Apa mbak tahu diman tempatnya Si Kuntilanak itu di kubur ?!”
Vira : “Di bawah rumah yang kosong dekat danau itu
!”
Citra : “Apa di sana
ada penjaganya !”
Vira : “Oh tentu saja ada !”
Citra : “Kalau begitu,kami pergi dulu ya !”
Vira : “Hati-hati ya di jalan !”
Setibanya mereka
di rumah kosong,mereka bertemu dengan seorang penjaga yang bernama Pak Galang
Pak Galang : (sambil menyapu) "Aduh nasib-nasib kenapa sich gw kerja
kayak gini !”
Nico,Alexa,Citra :
“Assalammu’alaikum.”
Pak Galang :
“Waalaikum salam wr.wb. Ada
perlu apa nich adik-adik datang
ke
tempat ini ?”
Nico : “Bolehkah kami menanyakan sesuatu tentang Kuntilanak yang di
kubur di sini.”
Pak Galang :
“Kalau kalian ingin tahu,apa kalian tidak menyesal nantinya
?”
Citra : “Maksud Bapak apa ?”
Pak Galang :
“Sudah lupakan saja !”
Mereka diajak
jalan-jalan mengeliling kuburan itu.
Pak Galang :
“Sebenarnya Kuntilanak itu,dendam kepada orang asing !”
Citra :
“Kenapa bisa begitu ?”
Pak Galang :
“Karena orang asing itu yang telah membunuhnya & kalau setiap
ada orang asing yang datang
kesini akan di
jadikan tumbalnya !”
Alexa : “Eh,mendingan kita pulang aja yuk ! Bapak itu nakut-nakutin kita
nih.
Ayo…! Dari pada kita yang jadi
tumbal,lebih baik Bapak itu
aja yang jadi tumbalnya.”
Nico : “Hus…jangan ngomong sembarangan kamu !”
Citra : “Udah jangan bertengkar !”
Pak Galang : “Hey…diam! Kalau kalian berisik saja akan saya panggil
Kuntilanak itu !”
Citra : “Lho,Pak jangan gitu donk !”
Pak Galang :
“Abisnya kalian berisik,nanti dia bisa bangun !”
Nico : “Lalu,kenapa dia bisa mati dengan arwah yang bergentanyangan?”
Pak Galang : “Karena,dulu semasa hidupnya orangtua Si Kuntilanak (Marini)
mempunyai hutang yang cukup
banyak kepada orang asing
(orang asing yang dimaksud adalah
orang pendatang) Orang
tuanya itu tidak bisa melunasi hutang-hutangnya, akibatnya
mereka dibunuh oleh orang asing itu. Sedangkan Marini mati
bunuh diri karena ia
malu terhadap warga sekitar yang selalu
mengejeknya.”
Nico : “Oh,jadi begitu ! terima kasih ya Pak atas
informasinya.”
Pak Galang :
“Ya,tetapi berhati-hatilah selalu !”
Alexa : “Ya,makasih dech…Pak atas nasehatnya!”
Ketika mereka beranjak pulang hari
semakin sore. Tiba-tiba di jalan mereka bertemu dengan Kuntilanak
itu.
Kuntilanak :
“Hi…hi…hi…! Mau ke mana kalian ?”
Citra & Alexa :
“Ku…ku…ku…Kuntilanak...!” (Mereka
berteriak histeris &
berlari)
Nico :
“Ahh,jangan bohongin gw donk lo ngagetin gw aja mana
Kuntilanaknya ?”
Kuntilanak : “Eh,lo nyariin gw ! temenin gw jalan yuk!”
Nico : “Ha…ha…HANTU…! ( Ia berteriak ketakutan )
Nico berlari & akhirnya tertangkap oleh Kuntilanak itu,lalu di cekiknya.
Kuntilanak : “Em…m…m darah orang ini segar sekali. Lumayan
bisa
mengenyangkan perut gw ! Hi…hi…hi…!”
Citra : “Eh…ngomong-ngomong Nico ke mana ya ?”
Alexa : “Oh,iya ! Tadi dia ketinggalan di sana kita lihat
yuk !”
Tiba-tiba …..
Citra : “Hah…?! Nico!!! Astagfirullah al’adzim, innalilahi wa’innailahi raji’un
Alexa : “Astagfirullah,ternyata benar omongan orang
itu !”
Citra : “Kita kasih tahu warga yuk !”
Alexa : “Ayo…!”
Ketika berjalan
sebentar,tiba-tiba……
Alexa : “Eh,kalau malam-malam beginikan orang-orang gak
berani keluar !”
Citra
: “Iya,yah! Ya sudah kita yang kubur !”
Ketika mereka
kembali ke tempat kejadian tersebut,tiba-tiba……
Alexa : “Lho kok jasadnya gak ada! Cit
gimana nih…!!!”
Citra : “Aduh,gimana yah…aku takut nih…pulang aja yuk…”
Alexa : “Ya udah yuk…!”
Setibanya di rumah Tyas…..
Citra : “(Tuk…tuk…tuk)Asalammuallaikum,Lho kok sepi banget sich!?”
Alexa : “Eh ini ada surat,katanya mereka meninggalkan tempat
ini untuk
sementara waktu.”
Citra : “Maksudnya apa ?”
Alexa : “Kayaknya sich mereka menghindari terror Kuntilanak itu.”
Tiba-tiba terdengar suara
yang aneh di belakang mereka …
Citra : “Lexa,lo ngedenger suara aneh gak ?”
Alexa : “Iya
nich … kayaknya ada di belakang kita !”
Saat menengok ke
belakang,salah satu dari mereka langsung dibunuh dengan sadis bahkan dia
dicakar-cakar & diisap darahnya. Kuntilanak itu pun langsung menghilang.
Alexa : “Citra kenapa kamu ninggalin aku
padahal hanya
kamu satu-satunya
sahabat aku yang
paling bisa
membantu memecahkan masalah ini.”
Tiba-tiba muncullah
paranormal yang hebat itu .
Madam Winda :
“Hai…, ke mana teman-teman kamu ?”
Alexa : “Ini semua gara-gara madam. Kenapa madam
tidak ada saat
aku membutuhkan lihat akibatnya sekarang teman-teman ku
telah tiada. Madam jahat…!!!”
Madam Winda :
“Sudah tenangkan pikiranmu sekarang kembang tujuh
rupa,
segelas air putih dan lilin .”
Alexa : “Untuk apa semua benda itu toh teman-temanku tidak
akan
kembali!!”
Madam Winda :
“Sudah jangan banyak bicara, ikuti saja perintahku sebelum
semuanya terlambat !!”
Alexa : “Ya,baiklah kalau itu yang kau
inginkan. “
Di ambilah semua benda yang
di perlukan oleh Madam itu.
Kemudian…
Alexa
: “Ini perlengkapannya Madam.”
Madam Winda : “Sekarang duduk dan berpeganganlah denganku dan pejamkan
matamu !!”
Mereka pun berada di tempat Kuntilanak itu berada .
Madam Winda :
“Tunggulah di sini…! Aku akan meghampiri Kuntilanak itu !”
Alexa : “Ya sudah aku tunggu disini saja !”
Madam Winda :
(Berdzikir dan membaca ayat Kursi)
Kuntilanak :
“Hi… hi… hi… Eh berisik banget sih lo panas nih…”
Madam Winda :
“Hai Kuntilanak sebaiknya kau sadar alam kita berbeda, pergilah
kau dan jangan mengganggu manusia
lagi .”
Kuntilanak
: “Enak aja lo mau ngusir gw gitu aja, lawan
gw dulu donk .”
Hi…hi…hi…
Madam Winda : “( Sambil berdzikir ).”
Kuntilanak : “Aduh,panas…diem dong ! gw cekek
lo !”
Madam Winda :
“Menyerahlah kau ! daripada aku melenyapkanmu !”
Kuntilanak :
“Baiklah kalau begitu ! aku akan pergi dari sini, tapi
hentikan dulu
dzikiranmu itu !”
Madam Winda
: “Banyak omong kau,sudah pergi
saja sana !”
Kuntilanak itu pun pergi dan tidak akan pernah kembali lagi ke
desa Muara Gembong
Alexa : “Terima kasih ya madam,kamu sudah menyelamatkanku dari
Kuntilanak itu
.”
Madam Winda :
“Ya, sama-sama ! lebih baik kamu pergi dari desa
ini !!”
Alexa pun langsung
meninggalkan tempat tersebut dengan penuh duka. Dan desa itu kini telah aman, dan teror Kuntilanak itu sudah tidak ada lagi.