Sabtu siang menjelang sore…
Seperti biasa, aku hanya diam saja di rumah. Tidak seperti teman-temanku
yang lain, mereka sudah mempunyai rencana masing-masing untuk pergi ke suatu
tempat dengan someone special. Ini
karena gelar jombloku yang ku dapat semenjak 6 bulan yang lalu, jadinya aku
hanya di rumah saja dengan keluarga. Saat
ini aku hanya melihat acara televisi yang aku suka, ditemani dengan segelas Mochaccino dingin dan kentang goreng
kesukaanku. Sedang asik menonton, tiba-tiba hp ku berdering…
Aku ambil hp ku dan aku lihat,
ternyata ada sebuah pesan dari sahabatku Maura.
Chell, gue mau ketemu sama lo
nanti malam.
Bisa engga ?
Dengan mata yang masih fokus
dengan acara televisi, aku membalas…
Bisa kok,
mau ketemuan dimana?
Beberapa menit kemudian Maura
membalas pesanku.
Oke, nanti gue kirim alamatnya yah..
Singkat aku menjawab…
Baiklah…
Saat acara televisi itu sedang
iklan, aku membaca lagi pesan yang di kirim oleh Maura. Setelah selesai, aku
merasa seperti ada yang aneh dengan kata-kata Maura di pesan yang dikirim
olehnya. Karena menurutku ini tidak seperti biasanya…
Maura pun mengirim alamat
tempat untuk nanti kami bertemu. Alamat itu terasa asing bagiku dan aku tak tau
itu tempat apa!?
Sore pun berganti malam…
Aku sudah bersiap untuk
bertemu dengan Maura di alamat yang ia kirim sore tadi. Lalu aku segera pergi
menuju alamat tersebut. Sesampainya disana, ternyata itu adalah alamat sebuah
café yang sedikit tersembunyi dari tempat keramaian dan menurut ku agak
menyeramkan. Kemudian aku masuk ke café itu, memang benar bangunan café itu
terlihat sudah tua dan hiasan dindingnya adalah barang-barang antik yang
memiliki sejarah masing-masing. Setelah mencari keberadaannya, akhirnya aku
menemui Maura yang duduk manis di dekat jendela, sambil meminum segelas cokelat
panas kesukaannya.
“Hai Maura…”
“Hai Chell”
“Udah lama nunggunya?”
“Belum kok, baru nyampe juga..”
“Oh kirain udah dari tadi… Ra kenapa lo ngajakin ketemuan ditempat ini sih
?!”
“Gue suka sama tempat ini!
“Hah? Lo suka sama tempat ini?!?! (sambil melihat sekeliling café itu)
“Iyah, kenapa? Lo engga suka sama tempatnya??”
“(tarik napas) Engga kok, gue suka sama tempatnya…”
Walaupun sebenarnya aku takut
dengan tempat itu, karena bangunannya kuno dan tua, juga hawa tempat itu beda.
Dan anehnya, banyak sekali orang-orang yang datang ketempat ini.
“Eh iyah, kenapa lo mau ketemuan sama gue?”
“Gue mau cerita sama lo Chell.”
“Cerita apa?”
“Gue lagi suka sama cowok!” (dengan malu-malu dia cerita)
“Oh yah!”
“Iyah.. Ini cowok sih baru gue kenal, tapi gue udah ngerasa nyaman banget
kalau deket dia…”
“Siapa sih cowok yang udah bikin lo nyaman itu??”
“Nanti deh gue kenalin sama dia”
“Bener yah, awas kalau engga!!!”
“Iyah, gue janji!”
Dengan menyantap makanan yang
kami pesan, Maura terus bercerita tentang cowok yang ia sukai itu. Semakin lama
ia bercerita, aku semakin penasaran dengan cowok yang membuat Maura jatuh hati
itu. Kamipun selesai menyantap makanan dan memutuskan untuk pulang ke rumah
masing-masing. Aku masih merasa ada yang aneh dengan Maura, tapi aku engga
ngerti sama perasaan aneh ini!!??
***
Hari berlalu dengan cepat dan
banyak sekali kejadian yang telah terjadi, salah satunya adalah Maura yang
sudah jadian dengan cowok itu. Dan sampai saat ini cowok itu masih misterius,
karena sampai sekarang aku tak tau siapa cowok itu. Aku mencoba untuk mencari
tau siapa cowok itu, namun tak pernah aku dapatkan info yang jelas mengenai
cowok itu.
Keesokan harinya…
Aku mendapatkan berita bahwa
Maura masuk rumah sakit karena kecelakaan saat dia bersama dengan cowok itu.
Aku segera menuju ke rumah sakit. Saat di sana, aku hanya melihat ada kedua
orangtua dan kakaknya Maura saja. Tapi cowok itu, tak terlihat batang
hidungnya?
“Kak Rio, gimana keadaan Maura kak?”
Aku bertanya dengan Kak Rio,
dia adalah kakak satu-satunya Maura. Aku melihat kedua orangtuanya Maura sangat
terpukul dengan kejadian ini.
“Dia lagi diperiksa dek sama dokter, kakak belum tau gimana keadaannya dia”
Aku dengan keluarganya Maura
memang sudah lama kenal dan aku sering menginap di rumah Maura dan begitu pula
sebaliknya Maura.
Setengah jam menunggu, dokter
pun keluar dari ruang UGD dan kami segera menghampiri dokter.
“Bagaimana keadaan anak saya dok?”
“Anak bapak dan ibu mengalami cedera otak yang cukup parah dan tulang
kakinya ada yang retak, saat ini ia koma.”
Aku, kak Rio dan kedua
orangtua Maura sangat kaget mendengar penjelasan dokter. Kami semua tidak
diijinkan untuk melihat Maura, karena kondisinya yang koma dan membutuhkan
istirahat.
“Ma, Pa biar Rio ajah yang jaga Maura, Mama sama Papa pulang ajah. Nanti kalau
ada perkembangan apapun dengan Maura, Rio akan kabarin Mama dan Papa saat itu
juga”
“Iyah Tante, Om, Michelle juga ikut jagain Maura sama kak Rio”
“Ya udah Mama sama Papa pulang dulu yah..”
“Iyah Ma, Pa..”
“Maura, Tante sama Om pulang dulu yah..”
“Iyah Tante, Om..”
Aku dan kak Rio yang menjaga
Maura, sedangkan kedua orangtua Maura pulang ke rumah.
“Kak, tadi Maura di anterin siapa ke sini?”
“Kata suster yang melihat, Maura dianterin sama cowok kesini, tapi pas kakak sampai sini, cowok itu udah engga ada..”
Pasti, cowok ini adalah cowok
yang selalu Maura ceritakan kepadaku.
“Em.. kakak pernah liat Maura bawa cowok ke rumah engga kakak atau di
jemput sama cowok ?”
“Engga pernah dek, kakak engga pernah liat Maura bawa cowok ke rumah, apalagi
di jemput sama cowok. Setau kakak dia engga punya cowok dek.”
Bahkan orang yang serumah
dengan Maura pun, tidak pernah melihat Maura jalan atau dijemput dengan cowok.
Benar-benar misterius cowok ini!!!
“Oh gitu yah ka!”
“Emang Maura udah punya cowok yah de?”
“Em.. aku engga tau juga kak..”
Aku belum bisa cerita soal cowok
yang sedang dekat dengan Maura, karena aku sendiri belum jelas asal usul cowok
tersebut.
Bersambung...
Endriyana Ragesti
12212502
2EA27