Sabtu, 30 November 2013

Ternyata.... Part I (Tulisan Softskill)



Sabtu siang menjelang sore…
Seperti biasa, aku hanya diam saja di rumah. Tidak seperti teman-temanku yang lain, mereka sudah mempunyai rencana masing-masing untuk pergi ke suatu tempat dengan someone special. Ini karena gelar jombloku yang ku dapat semenjak 6 bulan yang lalu, jadinya aku hanya di rumah saja dengan keluarga. Saat ini aku hanya melihat acara televisi yang aku suka, ditemani dengan segelas Mochaccino dingin dan kentang goreng kesukaanku. Sedang asik menonton, tiba-tiba hp ku berdering…
Aku ambil hp ku dan aku lihat, ternyata ada sebuah pesan dari sahabatku Maura.
Chell, gue mau ketemu sama lo nanti malam.
Bisa engga ?
Dengan mata yang masih fokus dengan acara televisi, aku membalas…
Bisa kok, mau ketemuan dimana?
Beberapa menit kemudian Maura membalas pesanku.
            Oke, nanti gue kirim alamatnya yah..
Singkat aku menjawab…
            Baiklah…
Saat acara televisi itu sedang iklan, aku membaca lagi pesan yang di kirim oleh Maura. Setelah selesai, aku merasa seperti ada yang aneh dengan kata-kata Maura di pesan yang dikirim olehnya. Karena menurutku ini tidak seperti biasanya…
Maura pun mengirim alamat tempat untuk nanti kami bertemu. Alamat itu terasa asing bagiku dan aku tak tau itu tempat apa!?

Sore pun berganti malam…
Aku sudah bersiap untuk bertemu dengan Maura di alamat yang ia kirim sore tadi. Lalu aku segera pergi menuju alamat tersebut. Sesampainya disana, ternyata itu adalah alamat sebuah café yang sedikit tersembunyi dari tempat keramaian dan menurut ku agak menyeramkan. Kemudian aku masuk ke café itu, memang benar bangunan café itu terlihat sudah tua dan hiasan dindingnya adalah barang-barang antik yang memiliki sejarah masing-masing. Setelah mencari keberadaannya, akhirnya aku menemui Maura yang duduk manis di dekat jendela, sambil meminum segelas cokelat panas kesukaannya.
“Hai Maura…”
“Hai Chell”
“Udah lama nunggunya?”
“Belum kok, baru nyampe juga..”
“Oh kirain udah dari tadi… Ra kenapa lo ngajakin ketemuan ditempat ini sih ?!”
“Gue suka sama tempat ini!
“Hah? Lo suka sama tempat ini?!?! (sambil melihat sekeliling café itu)
“Iyah, kenapa? Lo engga suka sama tempatnya??”
“(tarik napas) Engga kok, gue suka sama tempatnya…”
Walaupun sebenarnya aku takut dengan tempat itu, karena bangunannya kuno dan tua, juga hawa tempat itu beda. Dan anehnya, banyak sekali orang-orang yang datang ketempat ini.
“Eh iyah, kenapa lo mau ketemuan sama gue?”
“Gue mau cerita sama lo Chell.”
“Cerita apa?”
“Gue lagi suka sama cowok!” (dengan malu-malu dia cerita)
“Oh yah!”
“Iyah.. Ini cowok sih baru gue kenal, tapi gue udah ngerasa nyaman banget kalau deket dia…”
“Siapa sih cowok yang udah bikin lo nyaman itu??”
“Nanti deh gue kenalin sama dia”
“Bener yah, awas kalau engga!!!”
“Iyah, gue janji!”
Dengan menyantap makanan yang kami pesan, Maura terus bercerita tentang cowok yang ia sukai itu. Semakin lama ia bercerita, aku semakin penasaran dengan cowok yang membuat Maura jatuh hati itu. Kamipun selesai menyantap makanan dan memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku masih merasa ada yang aneh dengan Maura, tapi aku engga ngerti sama perasaan aneh ini!!??
***
Hari berlalu dengan cepat dan banyak sekali kejadian yang telah terjadi, salah satunya adalah Maura yang sudah jadian dengan cowok itu. Dan sampai saat ini cowok itu masih misterius, karena sampai sekarang aku tak tau siapa cowok itu. Aku mencoba untuk mencari tau siapa cowok itu, namun tak pernah aku dapatkan info yang jelas mengenai cowok itu.
Keesokan harinya…
Aku mendapatkan berita bahwa Maura masuk rumah sakit karena kecelakaan saat dia bersama dengan cowok itu. Aku segera menuju ke rumah sakit. Saat di sana, aku hanya melihat ada kedua orangtua dan kakaknya Maura saja. Tapi cowok itu, tak terlihat batang hidungnya?
          “Kak Rio, gimana keadaan Maura kak?”
Aku bertanya dengan Kak Rio, dia adalah kakak satu-satunya Maura. Aku melihat kedua orangtuanya Maura sangat terpukul dengan kejadian ini.
“Dia lagi diperiksa dek sama dokter, kakak belum tau gimana keadaannya dia”
Aku dengan keluarganya Maura memang sudah lama kenal dan aku sering menginap di rumah Maura dan begitu pula sebaliknya Maura.
Setengah jam menunggu, dokter pun keluar dari ruang UGD dan kami segera menghampiri dokter.
          “Bagaimana keadaan anak saya dok?”
“Anak bapak dan ibu mengalami cedera otak yang cukup parah dan tulang kakinya ada yang retak, saat ini ia koma.”
Aku, kak Rio dan kedua orangtua Maura sangat kaget mendengar penjelasan dokter. Kami semua tidak diijinkan untuk melihat Maura, karena kondisinya yang koma dan membutuhkan istirahat.
“Ma, Pa biar Rio ajah yang jaga Maura, Mama sama Papa pulang ajah. Nanti kalau ada perkembangan apapun dengan Maura, Rio akan kabarin Mama dan Papa saat itu juga”
“Iyah Tante, Om, Michelle juga ikut jagain Maura sama kak Rio”
“Ya udah Mama sama Papa pulang dulu yah..”
“Iyah Ma, Pa..”
“Maura, Tante sama Om pulang dulu yah..”
“Iyah Tante, Om..”
Aku dan kak Rio yang menjaga Maura, sedangkan kedua orangtua Maura pulang ke rumah.
          “Kak, tadi Maura di anterin siapa ke sini?”
“Kata suster yang melihat, Maura dianterin sama cowok kesini, tapi pas  kakak sampai sini, cowok itu udah engga ada..”
Pasti, cowok ini adalah cowok yang selalu Maura ceritakan kepadaku.

“Em.. kakak pernah liat Maura bawa cowok ke rumah engga kakak atau di jemput sama cowok ?”
“Engga pernah dek, kakak engga pernah liat Maura bawa cowok ke rumah, apalagi di jemput sama cowok. Setau kakak dia engga punya cowok dek.”
Bahkan orang yang serumah dengan Maura pun, tidak pernah melihat Maura jalan atau dijemput dengan cowok. Benar-benar misterius cowok ini!!!
          “Oh gitu yah ka!”
          “Emang Maura udah punya cowok yah de?”
          “Em.. aku engga tau juga kak..”
Aku belum bisa cerita soal cowok yang sedang dekat dengan Maura, karena aku sendiri belum jelas asal usul cowok tersebut.

Bersambung...



Endriyana Ragesti
12212502
2EA27

Jumat, 29 November 2013

Jenis dan Bentuk Koperasi (Tugas Softskill)


Endriyana Ragesti
12212502
2EA27




A. JENIS-JENIS KOPERASI (PO 60 TAHUN 1959)

Koperasi Desa
Adalah koperasi yang menjalankan usahanya di desa-desa. Koperasi ini biasa disebut dengan koperasi unit desa (KUD).
Koperasi Pertanian
adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari petani,pemilik tanah, penggarap ,buruh tani dan orang-orang yang berkepentingan serta mata pencahariannya berhubungan dengan pertanian.


Koperasi Peternakanadalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari pengusaha dan buruh ternak yang mata pencahariannya berhubungan dengan peternakan.

Koperasi Perikanan
adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari pengusaha,pemilik,buruh/nelayan yang berkepentingan serta mata pencaharianya berhubungan dengan perikanan.


Koperasi Kerajinan/Industri

adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari pengusaha, pemilik alat-alat produksi dan buruh yang berkepentingan serta mata pencahariannya berhubungan dengan kerajinan atau industri yang bersangkutan.

 
B.Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya


Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
adalah koperasi yang anggota-anggotanya/ non anggota mempunyai kepentingan langsung di bidang perkreditan.
Koperasi Konsumsi
adalah koperasi yang dalam kegiatan usahanya menyediakan kebutuhan akan barang-barang sehari-hari atau bisa berbentuk barang lainnya. 


C. KOPERASI BERDASARKAN KEANGGOTANNYA

Koperasi Unit Desa (KUD)

adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan Koperasi ini melakukan kegiatan usaha ekonomi pedesaan, terutama pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan KUD antara lain menyediakan pupuk, obat pemberantas hama tanaman, benih, alat pertanian, dan memberi penyuluhan teknis pertanian.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Sebelum KPRI, koperasi ini bernama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama meningkatkan kesejateraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup departemen atau instansi.


Koperasi Sekolah

Koperasi Sekolah memiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain. Keberadaan koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi, melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain berorganisasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kejujuran.
 




D. JENIS KOPERASI MENURUT TEORI KLASIK

Koperasi pemakaian (konsumsi)

merupakan koperasi yang dalam kegiatan usahanya menyediakan kebutuhan primer bagi anggota-anggotanya atau bisa juga dalam bentuk barang lainnya.
Koperasi Penghasil (Produksi)

adalah koperasi yang menyelenggarakan perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa,dimana anggotanya bekerja dalam koperasi sebagai pegawai/karyawan.


Koperasi Simpan Pinjam

adalah koperasi yang mempunyai kepentingan untuk menyimpan dana dan memberikan pinjaman sejumlah uang untuk keperluan para anggotanya/non anggota
 



E. KETENTUAN PENJELASAN KOPERASI SESUAI UU No.12/67 TENTANG POKOK-    POKOK PERKOPERASIAN (PASAL 17)


¨ Penjenisan koperasi didasarkan pada kebutuhan dalam masyarakat homogen karena kesamaan aktivitas/kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.
¨ Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepentingan dan perkembangan Koperasi Indonesia, ditiap daerah kerja hanya terdapat satu koperasi yang sejenis dan setingkat.
 



F. BENTUK KOPERASI (PP No.60/1959)

Koperasi Primer
     dibentuk sekurang-kurangnya 20 orang yang telah memenuhi syarat-syarat keanggotaan.

Koperasi Pusat
      koperasi yang terdiri dari sekurang-kurangnya 5 koperasi primer yang berbadan hukum.

Koperasi Gabungan
      koperasi yang terdiri dari sekurang-kurangnya 3 pusat koperasi yang berbadan hukum.

      Koperasi Induk
      koperasi yang terdiri dari sekurang-kurangnya 3 gabungan koperasi yang berbadan hukum.


G. BENTUK KOPERASI YANG DISESUAIKAN DENGAN WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
¨ Di tiap desa ditumbuhkan koperasi desa
¨ Di tiap daerah Tingkat II ditumbuhkan pusat Koperasi
¨ Di tiap daerah Tingkat I ditumbuhkan gabungan koperasi
¨ Di Ibukota ditumbuhkan Induk Koperasi

H. KOPERASI PRIMER DAN SEKUNDER

Koperasi Primer
adalah koperasi yang beranggotakan orang seorang dengan jumlah minimalnya 20 orang yang memiliki kepentingan yang sama.

Koperasi Sekunder
koperasi yang dibentuk oleh sekurang-kurangnya tiga koperasi yang berbadan hukum.

 
 
 



SUMBER : http://kammilashaffirah.blogspot.com/2011/12/bab-7-jenis-dan-bentuk-koperasi-di.html

Sabtu, 09 November 2013

Peranan Koperasi Dalam Berbagai Bentuk Pasar (Tugas Softskill)

Endriyana Ragesti
12212502
2EA27





A.                Peranan Koperasi Dalam Pasar Persaingan Sempurna
          Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli serta setiap penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan pasar. Ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut:
1.                     Perusahaan adalah pengambil harga
Berarti suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi antara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.
2.                     Produk yang dihasilkan sejenis (homogen)
Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.akibat dari sifat ini tidak ada gunanya jika produsen melakukan persaingan dalam bentuk bukan harga karena konsumen mengetahui bahwa barang yang dihaslkan oleh produsen tidak ada bedanya.
3.                     Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar
Apabila perusahaan mengalami kerugian dan ingin keluar dari pasar dapat dengan mudah dilakukan dan sebaliknya jika ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di pasar ini ia pun dapat dengan mudah memasuki pasar ini.
4.                     Pembeli memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai pasar
Pembeli mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan atas harga,akibatnya produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.
5.                     Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat ini memiliki 2 aspek yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar.akibatnya produksi perusahaan sangat sedikit jika dibandingkan dengan produksi dalam industry tersebut. Sifat ini menyebabkan apapun yang dilakukan perusahaan seperti menaikan harga atau menurunkan harga produksi tidak akan mempengaruhi harga yang berlaku di pasar.
          Berdasarkan kondisi di atas, dapat diamati keseimbangan atau ekuilibrium dari suatu badan usaha koperasi untuk jangka waktu pendek, menengah, dan jangka panjang. Dalam struktur pasar persaingan sempurna, harga ditentukan oleh keseimbangan permintaan (demand) dengan penawaran (supply). Oleh sebab itu, perusahaan yang bersaing dalam pasar persaingan sempurna disebut penerima harga (price taker). Jadi apabila koperasi masuk dan menjual produknya ke pasar yang mempunyai struktur bersaing sempurna, maka koperasi hanya dapat mengikuti harga pasar sebagai harga jual produknya. Koperasi tidak akan dapat mempengaruhi harga, walaupun seluruh produk anggotanya dikumpul dan dijual melalui koperasi. Oleh karena itu, persaingan “harga” tidak cocok diterapkan oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di pasar bersaing sempurna. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, maka koperasi harus mampu bersaing dalam hal “biaya”. Menurut konsepsi koperasi, biaya produksi akan dapat diminimumkan berdasakan skala ekonomi, baik sebagai koperasi produsen maupun konsumen.

B.                 Peranan Koperasi Dalam Pasar Monopolistik
           Pasar monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem yaitu persaingan sempurna dan monopoli, oleh sebab itu sifat-sifatnya mengandung unsur-unsur sifat monopoli dan persaingan sempurna. Pasar monopolistik dapat didefinisikan sebagai pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda.ciri-cirinya sebagai berikut:
1.                     Adanya penjual yang banyak
Namun jumlahnya tidak sebanyak pasar persaingan sempurna, apabila sudah ada beberapa perusahaan maka pasar monopolistik sudah dapat terwujud. Yang terpenting tidak ada satu pun perusahaan yang ukurannya tidak lebih besar dari perusahaan lain. Keadaan ini menyebabkan produksi perusahaan relatif kecil dibandingkan keseluruhan produksi dalam keseluruhan pasar.
2.                     Produk yang dihasilkan beragam (heterogen)
Produk yang dihasilkan berbeda secara fisik, pengemasan, perbedaan dalam bentuk “jasa perusahaan setelah penjualan” dan perbedaan dalam cara membayar barang yang dibeli.
3.                     Persaingan promosi penjualan sangat aktif
Harga bukan penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam pasar monopolistic. Untuk menarik pelanggan perusahaan melakukan perbaikan mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus-menerus, memberikan syarat penjualan yang menarik,dan sebagainya.
4.                     Keluar masuk industry relatif mudah
Tetapi tidak semudah pasar persaingan sempurna beberapa faktor yang membedakan yaitu modal yang diperlukan relatif besar, perusahaan harus menghasilkan barang yang berbeda dengan yang sudah tersedia di pasar, dan perusahaan harus mempromosikan barang tersebut agar memperoleh pelanggan. Jika ada perusahaan baru ingin memasuki pasar ini maka harus menghasilkan produk yang yang lebih menarik dari yang sudah ada di pasar.
5.                     Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga
Kekuasaan mempengaruhi harga ini diakibatkan dari sifat barang yang dihasilkan yaitu bersifat berbeda. Perbedaan ini membuat pembeli bersifat memilih, yaitu lebih menyukai barang dari suatu perusahaan tertentu dan kurang menyukai barang dari perusahaan lainnya. Maka apabila perusahaan menaikan harga maka ia tetap dapat menarik pembeli dan jika menurunkan harga tidak mudah untuk menjual semua produk yang dihasilkan. Banyak konsumen masih membeli barang yang dihasilkan perusahaan walaupun harganya relative mahal.
        Oleh karena itu, apabila koperasi ingin memaksimumkan keuntungannya dalam struktur pasar monopolistik, maka secara teoritis, koperasi harus mampu menghasilkan produk yang sangat berbeda dengan yang dihasilkan oleh pengusaha lain. Tentu strategi dan taktik bisnis dalam promosi, sedikit banyak sangat menentukan perbedaan tersebut.

C.                 Peranan Koperasi Dalam Pasar Oligopoli
            Pasar oligopoli terdiri dari sekelompok kecil perusahaan. Struktur dari industri dalam pasar oligopoli adalah terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai sebagian besar oligopoli sebesar 70-80 persen dari seluruh produksi atau nilai penjualan dan disamping itu terdapat perusahaan kecil. Perusahaan yang menguasai pasar saling mempengaruhi satu-sama lain, karena keputusan dan tindakan dari salah satunya sangat mempengaruhi perusahaan lain. Sifat ini menyebabkan perusahaan lain harus berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam hal mengubah harga, membuat desain, mengubah teknik produksi dan lainnya. Ciri-ciri pasar Oligopoli sebagai berikut :
1.                     Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda
Industri dalam pasar oligopoli sering dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah seperti bensin, industri baja dan alumunium dan industri bahan baku seperti semen dan bahan bangunan. Disamping itu pasar oligopoli juga menghasilkan barang yang berbeda umumnya barang akhir seperti industri mobil dan truk, industri rokok, industri sabun cuci dan sabun mandi.
2.                     Kekuasaan menentukan harga ada kalanya lemah dan ada kalanya kuat
Kedua hal ini yang mana yang akan terwujud tergantung kepada kerjasama antar perusahaan dalam pasar oligopoli. Tanpa kerjasama kekuasaan menentukan harga terbatas. Apabila perusahaan menurunkan harga dalam waktu singkat ia akan menarik banyak pembeli. Perusahaan yang kehilangan pembeli akan melakukan tindakan balasan dengan mengurangi harga yang lebih besar lagi sehingga perusahaan yang mula-mula menurunkan harga kehilangan langganan, tetapi jika ada kerjasama maka harga dapat distabilkan pada tingkat yang dikehendaki.
3.                     Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan
Kegiatan promosi untuk pasar oligopoli yang menghasilkan barang berbeda memiliki dua tujuan yaitu menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama. Pasar oligopoli yang menghasilkan barang standar melakukan kegiatan promosi untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
          Peran koperasi di didalam pasar oligopoli adalah sebagai retailer (pengecer), dikarenakan untuk masuk ke dalam pasar oligopoli ini diperlukan capital intensive (modal yang tinggi). Koperasi dapat berperan sebagai pengecer produk berbagai jenis dari beberapa produsen. Keuntungan diperoleh dari laba penjualan.





SUMBER :
http://rujakcom.blogspot.com/2012/01/peranan-koperasi.html