Minggu, 27 Oktober 2013

Manajemen dan Organisasi (Tugas Softskill)

Endriyana Ragesti
12212502
2EA27






ORGANISASI DAN MANAJEMEN
A. Pengertian Manajemen dan Manajer
     Definisi manajemen menurut Prof. Oei Liang Lee sebagai berikut :
     Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam mencapai tujuan perusahaan harus memperhatikan secara optimal terhadap kepentingan-kepentingan yang menyangkut kepentingan konsumen, penanam modal, anggota perusahaan (karyawan), pemerintahan, masyarakat dan supplier.
     Manajemen merupakan kegiatan pokok yang dilakukan seorang pimpinan karena dia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input menjadi output melalui proses manajemen, jika digambarkan sebagai berikut :

     Dengan melihat gambaran proses input menjadi output, terlihat bahwa proses manajemen (kegiatan pengelolaan) merupakan tugas seorang manajer. Jadi manajer melaksanakan kegiatan Planning, Organizing, Leading dan Controlling melalui peranan yang harus dilakukan antar pribadi (hubungan interpersonal) yang sangat membantu melaksanakan tugas pekerjaan, pemberian informasi kepada pihak yang berkepentingan dengan pekerjaannya terutama informasi mengenal policy perusahaan (Informational Role) dan peranan ketiga yang harus dilakukan seorang manajer yang tidak kalah pentingnya adalah cara manajer mengimplementasikan suatu keputusan perusahaan di dalam kegiatan perusahaan (Decesion Role).
     Ketiga peranan yang harus dilakukan seorang manajer akan selalu dan harus ada disetiap  jenjang manajemen dalam struktur organisasi, baik diposisi manajer puncak, madya atau lini. Perbedaannya hanyalah terletak pada wewenang dalam mengambil keputusan di mana semakin ke atas seseorang dalam kedudukannya pada posisi organisasi makan semakin besar kewenangannya dalam mengambil keputusan.
Jenjang manajemen dalam organisasi pada dasarnya terbagi menjadi 3 bagian seperti yang tergambar di bawah ini :
     Manajer puncak meliputi manajer yang diduduki di dewan direksi atau Chief Executif Officer (CEO) dengan tugas menyusun rencana perusahaan maupun pengelolaan harta kekayaan perusahaan. Sedangkan manajer madya disebut juga sebagai manajer administrasi yang meliputi manajer_manajer divisi yangbertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasional rencana yang telah disusun Top Manajer. Terakhir adalah manajer lini operasional yang tugas mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional yang telah dilakukan oleh karyawan sehari-hari.

B. Fungsi Manajemen
     Fungsi manajemen merupakan perincian dari kegiatan yang dilakukan oleh seorang manjer dalam mengelola perusahaan, dimana secara garis besar fungsi manajemen dibagi menjadi 5 bagian yaitu :
a. Perencanaan (Planning)
     Perencanaan adalah suatu fungsi pemilihan alternative melalui suatu proses yang rasional untuk mengambil keputusan terhadap objective perusahaan, policy, program maupun prosedur untuk memperbaikinya. Fungsi planning dalam manajemen merupakan fungsi dasar dari fungsi-fungsi yang lainnya, karena perencanaan merupakan tujuan, arah, strategi, aturan maupun program yang akan selalu menjadi bagian penting dari pelaksanaan fungsi manajemen yang lainnya.
     Pengambilan keputusan dalam fungsi perencanaan agar dapat disebut sebagai tindakan yang rasional harus memenuhi syarat sebagai berikut :
   a. Dapat menganalisa dan menilai dari berbagai alternative yang sesuai dengan tujuan perusahaan yang
       hendak dicapai
   b. Mempunyai kemampuan yang teguh dan optimis untuk yakin akan keberhasilan pelaksanaan
       perencanaan
   c. Bisa memperkirakan kekurangan yang terjadi dan mengantisipasinya

b. Pengorganisasian (Organizing)
     Fungsi peorganisasian adalah kegiatan dalam menentukan macam kegiatan beserta jumlah kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan maupun pengelompokkan kegiatan-kegiatan beserta orang-orangnya yang sesuai dengan kegiatannya disertai adanya pendelegasian wewenang.
Ada empat bagian penting yang perlu diketahui dalam pengorganisasian, yaitu :
1. Staffing
     Staffing merupakan suatu kegiatan yang melakukan pembagian kelompok-kelompok kerja menurut jenisnya beserta pengisian orang-orang yang sesuai dengan keahliannya.
2. Delegation of Authority
     Yaitu pendelegasian wewenang dari seorang atasan kepada bawahannya sesuai dengan struktur organisasi maupun kedudukan bawahan atau kemampuan bawahan.
3. Departementasi
     Yaitu pengelompokkan kegiatan-kegiatan yang sejenis untuk kemudian dipisahkan dengan kegiatan yang lainnya di mana diantara pengelommpokkan kegiatan terrsebut tetap terjalin koordinasi dalam bekerja sama.
4. Personalia
     Kepegawaian ini sangat penting dalam hubungannya dengan para bawahan baik hubungan yang bersifat formal (sesuai dalam struktur oragnisasi) maupun informal (timbul karena kebutuhan sosialisasi diri anggota).

c. Pengarahan (Directing)
     Pengarahan adalah kegiatan yang khususnya ditujukan untuk mengatasi dan mengarahkan bawahan sehingga seorang pimpinan secara manusiawi bisa mengikat bawahan untuk bekerja sama secara sukarela menyumbangkan tenaganya seefisien dan seefektif mungkin untuk mencapai tujuan organisasi.
Ada beberapa cara seorang pemimpin bisa mengarahkan bawahannya di mana bawahan dapat melaksanakan pekerjaan dengan tenang tanpa adanya sikap mendua karena pertentangan atasan dari berbagai bagian, cara yang biasa dikenal adalah sebagai berikut :
   a. Pengarahan dilakukan dengan cara member informasi yang diperlukan terutan yang berhubungan dengan
       masalah yang dihadapi karyawan.
   b. Pengarahan dengan cara memberikan perintah yang harus dilakukan oleh bawahan.
Ada dua hal yang bisa menunjang bawahan dapat bekerja lebih giat dan efektif yaitu :
1. Komunikasi
2. Motivasi

d. Koordinasi (Coordinating)
     Koordinasi adalah fungsi yang harus dilakukan seorang manajer agar terdapat suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan kegiatan sehingga bisa tercapai tujuan organisasinya. 

e. Pengawasan (Controlling)
     Pengawasan merupakan fungsi yang bertujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan jika terjadi penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan perencanaan yang telah ditetapkan. Pelaksanan fungsi ini biasanya dilakukan dengan cara membandingkan segala sesuatu yang dijalankan dengan standart yang telah ditetapkan sebelumnya.
Fungsi pengawasan mempunyai tiga kegiatan yang harus dilakukan :
1. Menetapkan standart yang dipakai
2. Membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standart
3. Melakukan koreksi

C. Organisasi Dan Perilaku Keorganisasian
1. Pengertian Organisasi
     Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta di perusahaan yang bersangkutan. Jadi keberhasilan perusahaan tergantung pada organisasi terutama struktur organisasi yang dianut.
Menurut Boone dan Katz organisasi didefinisikan sebagai suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa organisasi mencakup 3 elemen pokok :
1. Interaksi manusia
2. Kegiatan yang mengarah pada tujuan
3. Struktur organisasi itu sendiri

2. Pola Organisasi
     Pola organisasi dibagi menjadi dua bagian yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Umumnya setiap organisasi formal biasanya mengandung kedua unsur pola tersebut dimana organisasi formalnya yang dijadikan pedoman tegas dalam struktur organisasinya. Sedangkan organisasi informal akan dengan sendirinya muncul karena kebutuhan karyawan untuk bermasyarakat atau bersosialisasi dengan dan berhubungan dengan karyawan yang lain.
a. Organisasi Formal
     Organisasi formal adalah organisasi yang dibentuk secara sadar dan mempunyai tujuan tertentu yang disadari pula dengan menggunakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab maupun pertanggungjawaban dirancang oleh manajer agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang telah disepakati bersama.
b. Organisasi Informal
     Organisasi informal pada struktur organisasi tidak akan terlihat tetapi akan selalu mengikuti keberadaan organisasi formal. Organisasi ini keberadaannya tidak direncanakan tetapi terjadi secara otomatis karena hubungan antar perseorangan pada sesame anggota organisasi formal. 

3. Struktur Organisasi
     Struktur organisasi merupakan kelanjutan dari dua bentuk pola organisasi. Adapun struktur organisasi ini secara otomatis merupakan perwujudan struktur organisasi formal dengan jalan menganalisis jabatan-jabatan apa yang harus di perlukan dalam mencapai tujuan untuk kemudian menentukan kualifikasi maupun jumlah orang yang di perlukan untuk mengisi jabatan-jabatn yang telah ditetapkan.
Struktur organisasi yang dibentuk akan selalu berdasarkan pada 3 komponen organisasi yaitu :
1. Interaksi kemanusiaan
2. Kegiatan yang terarah ke tujuan
3. Struktur
Berdasarkan ketiga komponen organisasi itu seorang manajer puncak harus dapat mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi.
Pendelegasian wewenang sangat erat hubungannya dengan batasan wewenang dan tanggung jawab seseorang tentang suatu bagian kegiatan yang dilaksanakan. Dengan menugaskan sebagian pekerjaan kepada bawahan berarti manajer memberikan wewenang dan tanggung jawab yang seimbang, untuk kemudian setiap bawahan harus mempertanggungjawabkannya kepada atasannya sesuai dengan struktur organisasi.
Hubungan wewenang dan tanggung jawab dalam struktur organisasi dapat terlihat di bawah ini :


4. Bentuk Organisasi
a. Organisasi Lini
     Yaitu bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan ke bawahan
Ciri-cirinya :
1. Jumlah karyawannya sedikit
2. Selain top manajer, manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana
3. Sarana dan alatnya terbatas
4. Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung
5. Bentuk lini pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer.

Sedangkan kebaikan dan keburukannya adalah :
a. Kebaikan
     1. Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando
     2. Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar
     3. Proses deesion making berjalan cepat
     4. Disiplin dan loyalitas tinggi
     5. Rasa saling pengertian antar anggota tinggi.
b. Keburukan
     1. Ada tendensi gaya kepemimpinan otokratis
     2. Pengembangan kreatifitas karyawan terhamabat
     3. Tujuan top manajer sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi
     4. Karyawan tergantung pada satu orang dalam organisasi


b. Organisasi Fungsional
     Yaitu suatu organisasi di mana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.
Ciri-cirinya :
1. Organisasi kecil
2. Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli
3. Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
4. Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
5. Pengawasan dilakukan secara ketat

Kebaikan dan keburukannya adalah :
a. Kebaikan
     1. Program terarah, jelas dan cepat
     2. Anggaran, personalia dan sarana tepat dan sesuai
     3. Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat
b. Keburukan
     1. Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi
     2. Koordinasi sulit dilaksanakan
     3. Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan


c. Organisasi Garis dan Staff
     Yaitu suatu bentuk organisasi di mana pelimpahan wewenagng berlangsung secara vertikal dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bagian di bawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misalnya mengenai masalah kearsipan, keuangan, personel, dan sebagainya.
Ciri-cirinya :
1. Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung
2. Karyawan banyak
3. Organisasi besar
4. Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi :
     a. Personel lini
     b. Personel staf

Kebaikan dan keburukannya :
a. Kebaikan
     1. Ada pembagian tugas yang jelas
     2. Kejasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
     3. Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
     4. Staffing dilaksanakan sesuai dengan prinsip the right man on the right place
     5. Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan
b. Keburukan
     1. Tugas pokok orag-orang sering dinomorduakan
     2. Proses decision making berliku-liku
     3. Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem patronage
     4. Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat yang lainnya.


d. Organisasi Fungsional dan Garis
     Yaitu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilipahkan kepada kepala bagian di bawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagain dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.
Ciri-cirinya:
1. Tidak tampak adanya pembedaan tugas poko dan bantuan
2. Spesialisasi seara praktis pada pejabat fungsional
3. Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon

Kebaikan dan keburukannya :
a. Kebaikan
     1. Solidaritas tinggi
     2. Disiplin tinggi
     3. Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum
     4. Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
b. Kekurangan
     1. Kurang fleksibel dan tour of duty
     2. Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoodinasikan oleh lebih dari satu orang
     3. Spesialisasi memberikan kejenuhan


e. Organisasi Matriks
     Organisasi matriks disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek yaitu organisasi di mana penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang  mempunyai keterampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan.
     Kebaikan organisasi matriks adalah terletak pada fleksibelitas dan kemampuannya dalam memperhatikan masalah-masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang unik serta pelaksanaan kegiatan organisasi matriks tidak mengganggu struktur organisasi yang ada. Sedangkan kelemahannya akan timbul kalau manajer proyek tidak bisa mengkoordinir dari berbagai bagian yang berbeda tersebut sehingga dapat menghadapi kesulitan dalam mengembangkan team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pelaksanaan kesatuan perintah di mana satu pimpinan untuk masing-masing individu.


f. Organisasi Komite
     Yaitu bentuk organisasi di mana tugas kepemimipinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan dan board dengan pluralistic manajemen.
Organisasi komitte terdiri dari :
1. Executive Commite (Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
2. Staff Commite, yaitu orang-orang yang hanya mempunyai wewenang staf

Kebaikan dan keburukannya :
a. Kebaikan
     1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham
          maupun dewan
     2. Kepemimpinan yang bersifat otokratis sangat kecil
     3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin
b. Keburukan
     1. Proses decision making sangat lamban
     2. Biaya operasional rutin sangat tinggi
     3. Kalau adda masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

4. Perilaku Keorganisasian
     Perilaku keorganisasian merupakan pemahaman tentang bagaimana dan mengapa orang berperilaku dalam organisasi kerja, sehingga yang diperhatikan masalah personalia atau karyawan yang bekerja khususnya perilaku mereka dalam bekerja.
a. Kerja Kelompok
     Kerja kelompok akan selalu terjadi dalam perusahaan di mana dalam bagian tertentu yang memperkerjakan banyak orang yang kadang-kadang diantara orang tersebut mempunyai hobi yang sama, kebutuhan yang sama atau tujuan yang sama dalam bekerja akan membentuk kelompok kerja sendiri diantara beberapa orang tersebut, di mana sebagai anggota kelompok yang dibentuk tersebut antara sesama karyawan akan memberikan dukungan dan koordinasi dalam bekerja sama.
b. Motivasi
     Menurut Abraham Maslow, motivasi menekankan du aide yaitu :
     1. Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya beberapa kebutuhan yang belum terpenuhi saja
          yang dapat mempengaruhi perilaku manusia.
     2. Kebutuhan manusia dikelompokkan dalam suatu hirarki kepentingan. Jika satu kebutuhan sudah
          terpenuhi, maka kebutuhan lain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan perlu dipuaaskan.
Motivasi merupakan dorongan dari dalam diri setiap orang yang menyebabkan seseorang berperilaku seperti yang mereka lakukan. Motivasi itu timbul karena belum terpuaskan kebutuhan seseorang terhadap sesuatu yang belum dicapainya.
Proses motivasi dapat digambarkan di bawah ini :


Menurut A. Maslow berdasarkan hirarki kebutuhan, seseorang akan memulai dari bawah dalam memenuhi kebutuhan yang dianggap sebagai motif dalam bekerja. Jadi kalau kebutuhan paling bawah sudah terpenuhi maka kebutuhan atasnya yang menjadi motif mereka dalam bekerja dan seterusnya. Kalau digambarkan pemuasan kebutuhan dari A. Maslow adalah berjenjang dari bawah keatas, adapun gambarnya adalah sebagai berikut :








SUMBER :
 http://komsi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7149/Bab+2-pbisnis.pdf