Endriyana Ragesti
12212502
2EA27
Hari sabtu malam, aku dikejutkan oleh seseorang yang datang
ke rumah ku. Dia memanggil-manggil nama ku dari luar rumah. Saat aku melihat di
jendela, terlihat sesosok wanita sedang berada di depan rumah ku. Lalu aku
membukakan pintu dan menghampiri wanita itu. Ternyata dia adalah sahabat ku
Ratna. Ratna adalah sahabat ku dari kita belum sekolah sampai sekarang, dia
kerja dan aku kuliah. Kita sudah mengenal satu sama lain, bahkan keluarga kita
pun cukup dekat. Aku menganggapnya sudah seperti kakakku, karena kita memang
beda satu tahun. Kembali ke cerita!!!
Lalu aku bertanya…
“Ada apa rat?” tanyaku
“Ada yang mau ketemu sama lo Nhay!” jawabnya
“Siapa Rat?” tanyaku singkat.
“Rio!” jawabnya pun singkat.
“Hah??? Mau ngapain dia kesini?!” aku kaget mendengarnya.
Rio adalah mantanku waktu aku masih duduk dibangku SMA. Setelah kita putus, aku
dan dia tidak pernah bertemu lagi, bahkan komunikasi pun tidak.
“Tadinya dia mau ketemu sama Syavell, tapi waktu dia ke
rumahnya, Syavell engga ada dirumah. Jadi dia mau ketemu sama lo.” katanya memberitahuku.
Syavell adalah temanku dan dia juga adalah mantannya Rio,
sebelum Rio berpacaran denganku.
“Ohh… Sekarang orangnya mana?” tanyaku.
“Itu disana! Riooo!!!” panggil Ratna ke pada Rio.
Lalu aku keluar rumah dan menghampirinya…
“Assalamu’alaikum” Rio mengucap salam.
“Wa’alaikum Salam” jawabku dan Ratna.
“(dia tersenyum) Apa kabar Nhayra?” tanyanya.
“Alhamdulillah baik, Rio gimana ?” jawab dan tanyaku
“Sama, Alhamdulillah Rio juga baik.” jawabnya
“Sekarang kamu kuliah atau kerja Nhay?” tanya Rio.
“Aku kuliah, kalau Rio?” jawab dan tanya ku lagi.
“Oh, kuliah dimana? Aku kerja Nhay.” jawabnya.
“Kuliah di Universitas Gunadarma. Kerja dimana?” jawabku.
“Aku kerja di daerah Bekasi juga, di perusahaan motor Nhay.”
jawabnya.
“Wah hebat yah kamu!!!” aku memujinya.
“Alhamdulillah Nhay.” Rio bersyukur.
“Kayaknya kacang rebus mahal banget yah sekarang??” ratna
menggoda kami.
Aku dan Rio pun tertawa mendengar Ratna berbicara seperti
itu. Lalu kami pun berhenti bicara sejenak. Oh yah, Rio ke rumahku bersama
dengan teman-temanya dengan sebuah sepeda motor. Tapi dari kedua temannya itu,
tidak ada yang aku kenal. Kemudian teman Rio memanggilnya…
“Riooo…!!!”
“Apaan?” jawabnya.
Lalu Rio menghampiri teman-temannya. Setelah beberapa menit
berbicara dengan temannya, dia kembali ketempat ku dan Ratna.
“Nhay, Rat!” Rio memanggil nama kami.
“Iyah!” jawab kami.
“Teman gue ngajak pulang.”
Saat dia berbicara seperti itu, aku sedikit kecewa mendengarnya.
Wajar saja! Karena aku dan Rio sudah lumayan lama tidak bertemu, tapi aku
mengizinkannya untuk pulang.
“Oh ya udah kalau gitu” jawab ku.
“Ya udah, aku pulang dulu yah Nhay, Rat.”
“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikum salam” jawab ku dan Ratna.
Kemudian Rio pergi dengan temannya mengendarai sebuah sepeda
motor tersebut. Aku senang, karena bisa bertemu dan ngobrol dengan dia,
walaupun itu hanya sebentar. Dan aku senang karena Rio tidak bertemu dengan
Syavell, jika Rio bertemu dengan Syavell, pasti dia tidak akan ke rumahku. Karena
aku tahu, Rio masih mencintai Syavell setelah mereka putus 1 tahun yang lalu. Sungguh
pertemuan singkat yang sangat membuat hatiku senang sekali. Dan aku berharap
bisa bertemu dengannya lagi dan berbicara dengannya, walaupun hanya beberapa
detik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar