Minggu, 17 Januari 2016

Review : Kuliah Umum Islamic Financial Planning (SEF Gunadarma)



Pada hari Rabu, tanggal 13 Januari 2016, saya dan teman-teman menghadiri Kuliah Umum Ekonomi Syariah “Islamic Financial Planning” dengan pembicara Bapak Hendro Wibowo, SEI., MM., CFP (Sekretaris DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam) yang diselenggarakan pukul 08.30 di Gunadarma Margonda, Depok. Kuliah umum ini, membahas tentang siklus perencanaan finansial manusia selama kita hidup di dunia.
Dalam kehidupan, tentu kita harus memiliki perencanaan keuangan untuk hari ini dan juga untuk di masa yang akan datang. Mulai dari kita lahir sampai kita lansia, harus ada perencanaan keuangan yang sangat matang. Pembicara menyebutkan, perencanaan keuangan yang paling sering atau yang paling mudah yang dapat kita lakukan adalah menabung. Menabung bisa dilakukan sedini mungkin, mulai dari mengumpulkan uang di kaleng bekas susu atau kue kering dan lain-lain. Dengan ini kita bisa terlatih untuk sabar, tekun dan yang paling penting kita harus memberitahukan kepada anak untuk menanamkan niat dalam diri sang anak untuk menabung dan nantinya, bisa mendapatkan hasil yang baik. Biasanya, orangtua memberikan uang untuk anaknya dengan sebutan “Uang Jajan”, seharusnya bukan uang jajan. Karena kata tersebut akan diserap oleh anaknya, si anak akan menghabiskan uang tersebut untuk jajan dan tidak ada uang yang harus di tabung oleh si anak. Seharusnya orangtua menyebutnya dengan “Uang Saku” dan beri pengetahuan tentang menabung kepada anak dan si anak akan berpikir untuk menyisihkan uangnya untuk menabung. Saat kuliah umum tersebut, Bapak Hendro juga berbicara jika “Menabung itu seharusnya disisihkan bukan disisakan” karena jika menabung itu disisihkan, kita bisa menyisihkan dari uang yang diberikan untuk ditabung dan sebagian untuk jajan atau dibelanjakan. Tetapi jika disisakan, tidak akan ada uang untuk ditabung, karena uang tersebut sudah habis untuk jajan atau dibelanjakan.
Di dalam kuliah umum, Bapak Hendro memainkan 2 (dua) video. Video pertama mengisahkan seorang ibu yang sedang mengajarkan kedua anaknya (laki-laki dan perempuan) untuk menabung. Ibu tersebut memberikan 2 celengan yang terbuat dari kaleng bekas susu. Setiap harinya, Ibu tersebut memberikan uang dengan jumlah yang sama kepada kedua anaknya dan selalu terdengar suara saat kedua anak tersebut sedang memasukkan uang kedalam celengan mereka masing-masing. Sang Ibu sangat senang melihat kedua anaknya benar-benar semangat untuk menabung. Namun sebulan kemudian, Ibu mengumpulkan kedua anaknya duduk di meja makan dan ingin melihat seberapa banyak uang yang sudah dikumpulkan oleh kedua anaknya. Kaleng pertama yang dibuka punya anaknya yang perempuan, saat dikeluarkan jumlahnya sangat banyak dan sang ibu bangga kepada anak tersebut. Kemudian, kaleng kedua punya anak yang laki-laki, saat dikeluarkan ternyata jumlahnya sedikit dan banyak sobekan kertas. Sang ibu kecewa kepada anaknya tersebut. Tetapi, paling tidak sang Ibu sudah mengajarkan kedua anaknya untuk menabung. Video yang kedua, saya lupa tentang apa, namun masih ada hubungannya dengan tema kuliah umum tersebut.
 Bapak Hendro juga membawa dompet yang di dalamnya terdapat uang yang sudah dipisah-pisah sesuai dengan keperluan beliau seperti untuk uang makan, beli pulsa, belanja, termasuk juga untuk bersedekah, dan lain-lain. Hal ini sangat menarik dan bisa saya contoh dalam menggunakan uang untuk keperluan yang sesuai dengan porsi atau kebutuhan saya dan tidak lupa juga menyisihkan uang untuk bersedekah kepada orang yang membutuhkan ataupun untuk hal sosial lainnya. Selain menabung, Bapak Hendro juga membahas mengenai Asuransi baik untuk pendidikan, kesehatan,bahkan kematian. Asuransi diperlukan sebagai perlindungan atau ganti rugi secara finansial terhadap kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di kemudian hari atau di masa yang akan datang. Jika suatu saat nanti terjadi sesuatu terhadap diri kita, asuransi bisa menutup atau mengganti rugi sebagian kerugian yang kita alami.
Kuliah umum ini juga membahas dan menjelaskan tentang membuat  perencanaan keuangan, kita harus membuat daftar rincian, untuk keperluan apa saja uang tersebut kita gunakan seperti uang tersebut disisihkan untuk membayar listrik, telpon, air, untuk belanja keperluan sehari-hari, untuk menabung, dan lain-lain termasuk untuk bersedekah. Agar uang tersebut jelas kegunaannya dan tidak digunakan untuk membeli barang yang tidak kita butuhkan. Apalagi jika kita sudah menikah, perencanaan keuangan itu sangat perlu untuk mengatur keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Jika sudah berkeluarga, disarankan untuk suami dan istri memiliki tabungan masing-masing dan ada juga tabungan bersama. Tabungan bersama itu, bisa digunakan untuk membeli rumah, untuk umroh atau naik haji dan lain-lain.
Selain hal tersebut diatas, kuliah umum ini banyak sekali yang dibahas oleh Bapak Hendro dan tentunya sangat bermanfaat dan bisa kita terapkan dalam kehidupan kita, terutama sebagai mahasiswa fakultas ekonomi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar